welcome

Selamat datang, sugeng rawuh di blog saya. Semoga apa yang ada didalamnya bisa membantu dan bermanfaat untuk anda
Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Saturday, April 20, 2013

Hot news petani padi kurang diperhatikan

Panen merupakan hal yang sangat penting untuk petani. Karena panen menentukan keberhasilan dari petani dalam menggarap sawah/ladang.
Tidak hanya itu panen juga menentukan keberlangsungan hidup dari seorang petani.
Di negara kita Indonesia yang merupakan negara agraris, dengan wilayah yang luas dan wilayah yang sangat mendukung untuk pertanian terutama untuk tanaman padi. Tetapi apabila melihat dari  fakta/kenyataan yang ada keberadaan beras sebagai makann pokok masyarakat Indonesia masih dikatakan minim. Seharusnya jika beras adalah makanan pokok wajarnya banyak petani ih lanyang menanam padi. Tetapi untuk sekarang ini tahun 2013 masih minim sekali petani yang menanam tanaman padi.

Menurut hasil praktik lapangan saya dan hasil wawancara dengan banyak petani, petani mengatakan "Ah..dari pada menanam padi lebih baik menanam tanaman lain"
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata menyedihkan sekali hidup dari seorang petani yang kerjanya disawah, kerja keras mengolah, merawat tanaman padi. Tidak hanya itu penghasilan yang diterima dari menanam padi pun belum bisa dikatakan mencukupi untuk hidup sehari-hari. Petani sering kali mengeluh kenapa harga dari padi yang dipanen selalu rendah, padahal padi merupakan penghasil beras yang merupakan makanan pokok kita sehari-hari...


beralih dari topik diatas...yuk kita lihat sama-sama cara panen padi manual dengan menggunakan sabit..jika berminat silahkan lihat postingan saya di youtube

klik disini

Thursday, April 18, 2013

Beda SRI-Organik dengan Konvensional



Apa sih perbedaaan SRI-Organik dengan konvensional dalam hal ini khusus ubtuk komoditas PADI
Coba kita lihat hasil dari pengamatan dan praktik lapangan saya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah
 
Perbedaan metode budidaya tanaman padi SRI-organik dan konvensional

Kegiatan
SRI-Organik
Konvensional
Kebutuhan benih
5 –6 Kg/Ha
30 – 35 Kg/Ha
Persemaian
Media tanah + kompos dalam besek kondisi lembab
Di lahan sawah, digenangi, macak-macak
Umur benih
8 – 10 HSS
20 – 30 HSS
Jumlah benih tiap lubang
1 batang per lubang, tidak dibenam, akar horizontal bentuk "L"
4– 6 batang per lubang, dibenam, akar vertikal ,dalam , dan bentuk "J"
Jarak tanam
30 cm
20-25 cm
Pemberian air
Digenangi dengan sistem berselang 3-4 hari sekali lalu digenangi 2-3 hari sampai 18-22 hari sebelum panen
Penggenangan selama pertumbuhan
Penggunaan pupuk
Pupuk organik padat dan cair berasal dari bahan limbah rumah tangga
Pupuk sintetik (anorganik)berasal dari bahan pabrikan
Kegiatan
Organik
Konvensional
Pengendalian Hama
Pestisida organik berasal dari bahan hayati
Pestisida sintetik dibuat oleh pabrik
Jumlah anakan
banyak
Sedikit
Dampak lingkungan
Ramah lingkungan dan berkelanjutan
Cenderung merusak lingkungan
Pemanfaatan bahan limbah lokal
Mematikan siklus alami
Hemat air

Boros air

Sukses SRI-Organik



Kunci sukses dari SRI:

1.Mengolah tanah  
2.Manajemen air
3.Mengelola lingkungan (serangga, udara)
4.Manajemen tanaman 
Contoh hasil padi dengan metode SRI-Organik

Didalam penggunaan metode SRI-organik ini jika sudah diterapkan 3-4 x maka penggunaan pupuk kimia bisa ditiadakan. Seperti contoh 
dibawah ini :
*Pada MT1 SRI : 
Masih membutuhkan walaupun  yang dipakai hanya ¾ bagian saja, semisal 2 kwintal pupuk maka 1,5 kwintalnya yang dipakai.Pada MT1 penggunaan pestisida juga sudah ditiadakan karena sudah memakai MOL (mikro organik lokal)
*PadaMT2 SRI
Membutuhkan pupuk sebesar 1 kwintal saja dari 2 kwintal pupuk yang disediakan dapat dikatakan memakai ½ bagian saja
*Pada MT3 SRI :  
Membutuhkan pupuk sebesar ½ kwintal dari 2 kwintal pupuk yang disediakan dapat dikatakan memakai ¼ bagian saja
*Pada MT4 SRI : 
Lepas dari pupuk kimia dan menggunakan pupuk organik terus menerus sepanjang musim

Sedangkan metode benih SRI :
  1. Benih tidak boleh bertumpuk.
  2. Menggunakan pupuk organik denga perbandingan 1:1 (1 sak tanah : 1 sak pupuk organik).
  3. Tidak dipotong dan tidak dilempar (bibit ditanam berumur 7-10 hari).
  4. Segera tanam bibit setelah dicabut dari persemaian (± 30 menit harus sudah ditanam).
  5. Tempat persemaian menggunakan besek/nampan. Hal ini dikarenakan untuk menghindari pembawaan yang terlalu banyak yang mengakibatkan petani cepat lelah.
  6. Tanaman tunggal.
  7. Tanaman dangkal dan horozontal
SRI : penanaman dilakukan pada saat umur bibit 10 HSS dengan 1 batang/tancap dan pada umur 25 HST hari punya anakan 6-8 batang, pada umur 55-60 HST menjadi 40-50 batang per rumpun
Konvensional : penanaman dilakukan pada saat umur bibit 25 HSS dan dilakukan dengan 7-10 batang/tancap sedangkan pada umur 55-60 HST 2menjadi 20-25 batang per rumpun. Kalaupun ada yang sampai 30 batang/rumpun itupun jarang ada.

Mengelola tanah : dengan diberi pupuk organik manfaatnya :
§  Dapat menggemburkan tanah (memeperbaiki struktur dan tekstur tanah)
§  Memperbaiki KMA (kemampuan mengikat air)
§  Memeperbaiki sirkulasi udara dalam tanah
§  Menambah bahan makanan/nutrisi bagi biologi tanah
§  Mengurangi mikrobiologi tanah yang merugikan (OPT/organisme pengganggu tanaman)
§  Memeperbaiki tingkat evaporasi dan respirasi tanah